Monthly Archives: Agustus 2008

Kita

Satu karaoke, dua hotel, lima mall, tak berbilang taksi..
Saat kita tak lagi terbebani pada beda dimensi..
Bukan sekadar hentakan telunjuk di tuts enter ataupun spasi
Enyah segala SMS liar dan rayuan basi..

Telah di langit yang sama, kita menatap cakrawala hingga samar pelangi
Obrolan semula terasa begitu hati-hati..
Selebihnya kita dikuasai naluri dan rengkuhan jemari
Pentingkah status saat ini..?

Tak ada jawab, kita seperti amnesia. Amnesia yang kita ciptakan sendiri.
Kompromi di bawah letupan emosi, berjanji tak terkendali..
Entah ini cinta atau nista, toh tak ada lagi yang peduli..
Semua berganti desir darah dan denyut nadi..

Bernafas dibawah alam sadar, berasyik masyuk dengan mimpi
Kita tiba-tiba terjaga pada satu sisi..
Ketika menyadari perihnya sebersit harap saling memiliki..
Berserak sudah puzzle imajinasi yang sempat tertata rapi..

Sembari mencaci maki malam yang begitu cepat berganti pagi.
Menangis sedih, tertawa lirih. Nyaris tak ada batasan kini..
Aku, mau tak mau harus pergi..
Membuat pigura untuk sebongkah memori..
Yang kan kita pajang bersama pada kokohnya dinding dimensi..

Jakarta, 17 Agustus 2008

Iklan

15 Komentar

Filed under Alakadarnya