Jujur

Memalukan!

Kalau yang agung saja begini, lantas bagaimana dengan yang tak agung?
Entah masih sakralkah label agung di sini.

Ya, inilah satu lagi potret memalukan hukum kita pasca era yang katanya reformasi,
setelah penguasa orde baru tak tersentuh,
hutan dijarah oleh oknum yang tak terjamah,
dan dalang pembunuh Munir yang masih sumir.

Ada yang berdalih, jangan sama ratakan semua aparat. Ini cuma satu dari sekian banyak.
Yang jujur juga kan banyak!
Oke, tapi bolehkah saya juga berdalih, bukankah ini juga cuma satu dari sekian banyak yang melakukan demikian tapi tak ketahuan?
Berteriaklah kalian tentang keadilan, tapi kenapa maling ayam dihakimi hingga mati, sementara perampok berdasi dikasih hati ?
Kenapa di sana ada yang mati kelaparan karena susahnya duit seribuan, sementara di sini ada yang buncit kekenyangan karena suapan duit miliaran?

Ah sudahlah, kalau sudah budaya, ya mau bagaimana?
Lagipula, mungkin masih bisa dengan sangat terpaksa diambil sisi manusiawi saja.

Dalam beberapa kesempatan, saya, anda, dan juga kita, mungkin sering tak jujur.
Walaupun itu hanya sebatas persoalan bertutur, ataupun ego yang terbentur. Bukan karena takut hidup tak makmur.

Berdoa saja kita tak mati dalam keadaan tak jujur.
Karena yakinlah kawan, ada kubur dan jazad yang hancur, setelah proses keniscayaan uzur.

memalukan!

Iklan

4 Komentar

Filed under Alakadarnya

4 responses to “Jujur

  1. jaksa yang ditangkep gara” nerima 600rebu dolar itu ya bang? ck… ck… emang kok ya, kalo uang udah berbicara, segala macem (yg dikira ga mungkin) bisa kejadian. kasian yah, ternyata di Indonesia masi ada juga orang meninggal karena kelaperan… sniff, sniff.

  2. waduh nyangkut disini jugak ya trnyata……

  3. Tragis memang – yo wes-lah, sing waras ya tetep jujur aja deh.. meski agak sedikit kere ketimbang macam mereka itu 😀

    Inget bahwa masing2 akan ditimbang amal-ibadahnya 😀
    Seneng udh bisa mampir kesini, salam hangat dari Afrika Barat
    ————–
    PS: Ohya, Warung yang lama ini akhirnya kembali di buka, setelah lama di tinggal mudik.

  4. antara Sapu Kotor dan Daeng Basse itu memang ada tembok tebal pemisah di dunia ini.., para sapu kotor hidup nikmat sebelum diungkap, sedang daeng Basse baru diperhatikan setelah menjadi mayat

    tp di akherat kelak, kita akan tahu siapa yang bebas tes…!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s