Gembel

Hampir jam dua ketika saya memacu roda dua.
Menembus pekatnya malam, di antara mendung menggantung dan lengangnya jalanan.

Tetap di kantor tak akan membuat saya lelap,
sementara saya sakit-sakitan akhir-akhir ini lantaran tidur yang tak cukup porsi.
ya, saya harus segera pulang.

Gerimis mulai turun satu-satu, perih menghantam kulit.
Kota ini seperti mati suri.
Hanya satu dua orang bercumbu dengan angin malam di emperan.
Ada tukang becak bermain remi, beberapa di antaranya membentuk formasi,
dipersatukan botol yang pastinya berkadar alkohol.

Saya undur gigi kemudian ketika melintasi dua sosok.
Seorang perempuan paruh baya tertatih memanggul karung,
ditemani anak kecil mengais sampah dari tong dan selokan.
Gerimis berubah menjadi curah, saya pun memutuskan parkir di tribun pinggiran trotoar.
Perhatian saya tertuju dua sosok itu dengan seksama.

ya Tuhan, ini jam dua malam!
Si tua sah-sah saja mencari nafkah, tapi anak itu layakkah berada di situ?
Dia sekitar tujuh tahun menurut taksiran,
seumuran ponakan saya yang mungkin saat ini sudah nyenyak memeluk boneka dibalik selimut hangat, dibuai mimpi cita-cita yang tinggi.

Ditingkah langkah-langkah lambat mereka mendekat.
Seingat saya di saku jeans ada sepuluh ribu rupiah kembalian bensin.
Uang sejumlah itu kadang saya remehkan, tak tersisa sekali jajan.
Saya menunggu si kecil bergerak ke tong sampah tribun, lalu lembaran itu saya sodorkan.
Si kecil mengernyit, ragu-ragu dia merapat.
Saya membaca gelagat, wajarlah di situasi begini waspada pada orang jahat.
Lama jeda ketika saya yakinkan. Hingga sorot matanya berbinar kemudian.
“Makasih Om!” lirihnya.
Girang, itu sudah pasti dirasakannya. Tapi lebih bergemuruh bahagia di dada saya.

Ibu Muslimah di buku Laskar Pelangi berkata:
“Habiskan sisa hidupmu dengan banyak memberi, bukan banyak menerima.”
ya, kadangkala memang ada kenikmatan tak berperi dalam sebuah pemberian.

Allah ya Rabbi,
kiranya jadikanlah motivasi buat pembaca tulisan ini,
Andaipun riya tak terhindari, biarkan saya tanggung dosa sendiri.

Iklan

9 Komentar

Filed under Alakadarnya

9 responses to “Gembel

  1. Berbagi Kasih Berbagi Buku, Lomba Puisi Berantai dan Pantun semuanya lagi diadakan oleh AM. terima tantangan yuk….! Klik http://angingmammiri.org

    ———————————————–

    thanks..
    insyallah, kalo sempat pasti ikut..
    😉

  2. “kebahagiaan sesungguhnya hadir ketika kau melihat ada kebahagiaan di mata orang lain..”

    Semua punya pilihan sendiri untuk bahagia, tapi apa gunanya klo dinikmati sendiri…..?

    ————————————

    tapi kalo soal cemilan, kayaknya bakal lain kasus, Deen..
    lebih nikmat dan bahagia kalo dimakan sembunyi-sembunyi..
    soalnya ini pengalaman pribadi..
    heheheh..
    😀

  3. Berniat mampir sejenak, tak kuasa menahan diri ‘tuk “memberi” komentar.
    Bila 10.000 x 100.000.000 orang saja, ada 1 trilyun rupiah dana yg dapat digunakan untuk mengangkat kehidupan “Ibu Muslimah”, “Lintang” dan nama-nama lainnya di tanah air.
    Tabik.

    ——————————————

    Thanks, Mas Yaser..
    thanks for visit..
    moga-moga aja komentar ini dibaca investor film..
    amin..
    hehehe..
    😀

  4. josh bush

    Assalamualaikum,

    Mas Arham,
    saya suka baca baca blog Sampeyan. saya tinggal di pedalaman Kalimantan selatan, dan karena sering baca jadi sampeyan serasa orang yang saya kenal.
    blog Sampeyan bagus ….

    salam dari saya

    —————————————–

    wah, kunjungan dari jauh nih..
    thank u ya, Mas..?
    perasaan kita udah temenan di Multiply..
    sorry kalo saya salah orang..
    btw, link blognya dong, biar saya kunjungi balik..
    😉

  5. gak riya tu bang…

    there’s something about giving, duh… tadi kepikiran mo nulis quote bagus tentang take-and-give tapi kok lupa yak!? ya uda de gpp… ehm, muda”an dengan gubernur baru, taraf kehidupan pun baru (apa sih). denger” akirnya pemilihannya ditentuin ama lembaga apagitu ya bang? haks… OOT, forgive me for my mistake… peace, bang Arham.

    ——————————————————-

    thanks, beib.. 😉
    hehehe.. iya, gubernur baru, lewat putusan MA.
    pernah aku posting di sini tuh gubernurnya kepilihnya, yang pinter akting dan bergaya ala bintang iklan,
    hehehe…
    😀

  6. ada pepatah

    “melakukan sesuatu di depan orang banyak, karena ingin dilihat oleh banyak orang adalah riya”

    dan
    “tidak melakukan sesuatu karena tidak ingin dianggap riya…juga termasuk riya!”

  7. ada satu kata2 bijak yang selalu saya ingat :

    ” kita kaya karena apa yang kita dapatkan, tapi kita bahagia karena apa yang kita berikan”..

    cocok toh..?..:)

  8. sori, ane br pertama baca blog wordpressnya bang arham..

    biasanya kl di blogboleh postingannya bikin ngakak, yg disini bikin terenyuh.

    berbakat jd penulis atuh 😉

  9. nunik

    terima kasih untuk inspirasinya malam ini….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s