Kawan

Sebaik-baik kawan adalah yang tak hanya mengajakmu tertawa, tapi juga menangis.
Tertawalah karena ternyata kita masih di dunia.
Dan menangislah, karena ternyata kita mesti pertanggungjawabkan kelak objek tertawaan di lain dunia.

Kalau kau anggap gagasan itu subyektif karena itu menurut saya, ya silahkan.
Tapi tak ada salahnya ditransfer, kan?

Saya tak katakan saya baik. Tapi saya mengajakmu baik-baik.
Mau ikut atau tidak, itu memang urusanmu.
Saya hanya kawan penjalan kewajiban.

Jadi, sama halnya ketika ada orang yang mengaku mencintaimu merajuk ”bercinta” dengan iming-iming cinta.
Pastikan itu omong kosong.
Jangan pernah tenggelam di air dangkal.
Kalaupun dia jujur, berarti dia bodoh.
Dan kalau kamu menurut, kamu tak lebih pintar dari dia.
Bagaimana mungkin dia mencintaimu sementara dia tega menjerumuskanmu?

Tapi lagi-lagi terserah..
Semua ini hanya jika kau benar yakin, bahwa memang ada kehidupan setelah mati.

8 thoughts on “Kawan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.