DeJavu

Hampir tiga tahun yang lalu, perempuan baik itu berkata ketus pada saya lewat sebait SMS:
“Bagaimana mungkin saya meyakinkan keluarga, kalau abang sendiri tak yakin?”

Lalu semuanya berjalan horizontal, tak ada pencerahan.
Kabar terakhir, dia minta saran..
kemudian pamit, menerima lamaran seseorang yang diyakininya benar-benar yakin.
Hubungan jarak jauh itu pun kandas.
Tak ada lagi kata kita, hanya kau dan aku.

Dan semalam, insiden itu menjadi dejavu.
Dengan situasi dan kalimat-kalimat yang nyaris tak ada beda.
Saya tiba-tiba seperti bertelinga panjang, berubah menjadi keledai.
Karena hanya keledai yang jatuh ke dalam lubang yang sama untuk kedua kalinya.
dan kesalahan saya adalah tak juga bisa belajar dari kebodohan sistematis yang pertama.

Tapi mau berkata apa..
Nasi jadi bubur. Bubur hanya nikmat untuk orang-orang sakit.
Dan saya seperti pesakitan yang terpaksa mengunyah bubur tak enak.

Memang selalu ada kesempatan kedua, tapi sepertinya mustahil untuk peluang kesempatan ke tiga.
Walaupun kadangkala saya masih berharap ada keajaiban dari kesempatan ke tiga itu.

Teman mengirimkan pesan, kemudian:
“Ketika engkau mencintai, jangan mengharapkan apapun sebagai imbalan, karena jika engkau demikian, engkau bukan mencintai, melainkan….. INVESTASI .
dan Jika engkau mencintai, engkau harus siap untuk menerima penderitaan. Karena jika engkau mengharap kebahagiaan, engkau bukan mencintai, melainkan.. MEMANFAATKAN”

Saya tersentak.
Saya rasa saya mencintainya. Bukan memanfaatkannya.
Pun saya mau menjalani, bukan berinvestasi.
Terserah itu dinilai bagaimana.
Karena saya juga amat tak setuju dengan para pecundang lemah yang berkata “Cinta tak selamanya harus saling memiliki”

Dia memang meninggalkan kaca yang pecah..
Tapi saya yakin, serpihan kaca itu masih bisa dikumpulkan.
Olehnya, ataupun bukan.

19 Komentar

Filed under Alakadarnya

19 responses to “DeJavu

  1. Pertamanyaaaa……. huehehehe…… tenang saja bro… smua ada hikmahnya… seperti komputer yang hang.. khan tinggal d restart… *ada hub gak yaa..?? peace saja deh……

    ——————————————–

    sekalian shut down saja bro’, trus pergi tidur..
    hwahahaha…
    😀

  2. Aji

    Shell Super!!
    Ditinggal kawin,sakit.
    Ninggal kawin? Haha! Gw ga tau deh.
    Ah cinta. Jgn kbykan dpikir. Jalanin aja,yg penting niatnya yg bener.

    —————————————————-

    Jgn kbykan dpikir..? hiks..
    elu sih enak udah ada Ummi-nya..
    😦

  3. y@t

    saya tidak sakit tp suka makan bubur
    apalagi bubur ayam hehehe

    ————————————

    kalo bassang, tergolong bubur gak sih..? 😀

  4. sejak dulu begitulah cinta, deritanya tiada akhir… kera sakti banggettt 😀

    ———————————————–

    wkkkkkkkkk… dasar..
    anak buah songoku, nih..
    😛

  5. buburnya tinggal tambahin kecap ama kerupuk aja bang, jangan lp kasih gorengan bawang…dijamin enak deh 😉

    abis itu baru buat persiapan yang lebih lagi buat masakan yang berikutnya, biar nggak jadi bubur lagi gitu….tapi kalo pun jadi bubur kan udah pengalaman 😀

    ——————————————————–

    mantan tukang bubur ya, Kang..?
    hwihihihihih…
    😀

  6. Bubur ayam, bubur sumsum, bubur kacang ijo, bubur manado… laperrrrr
    NB: yakinkan dirimu anak muda!

    ————————————

    bulan puasa, Bos..
    jangan sebut bermacam2 menu bubur favorit saya di sini..
    heheheh..
    😀

  7. walah.. beneran serius nih blog ..
    gw kirain ga’ bisa serius nih orang … 😀

    sekarng berarti loe tinggal lebih memantapkan diri,
    berusaha utk lebih percaya diri ..

    gw, dalam urusan ini malah sering dikerjain ama teman sendiri 😦

    apes deh …

    ——————————

    weits, long time no c,
    pa kabar Bro’..?
    masih bertualang juga..?
    😉

  8. y@t

    @alias : kayaknya kalimat itu perlu jg dilakukan oleh yg mengatakannya 🙂

    ————————————

    barusan saya setuju denganmu, ces..
    hahahah..
    😀

  9. Sony

    Sabar aja ham… jadi ingat masa-masa 5 – 7 tahun yg lalu… saat wanita2 silih berganti mengisi ruang hati dan mimpi2 yg selalu berakhir pilu… akhirnya jodoh itupun datang tanpa bisa di sangka2… dan sekarang kami hidup bahagia dengan satu orang buah hati yg insyaallah akan kami didik dengan sepenuh hati…

    Cheers,

  10. aih..aih..melow banget siy…
    tenang bro, yang ditinggal kawin bukan dirimuw seorang kok *ada yang merasa tersindir?*, kwikwikwiki….

    semoga segera menemukan “tukang kaca” yang dapat merangkai serpihannya sehingga menjadi lebih indah 🙂

  11. uci

    tuh, om sendiri ngerti kan sakitnya kayak apa ? Makanya kasih tau aku kapan “Mr. P” nikah ???????? tega banget sih, pake nyuruh ngelupain segala, emangnya gampang ? kena batunya kan sekarang ???!!!!

  12. daeng arham, bulan puasa-bulan syawal saatnya hunting calon ,bulan zulhadji tinggal nikah :P, masih banyak orang miskin dan janda2 janda tua, eh salah, maksudnya masih banyak wanita2 sholihat yang siap dinikahi

  13. saya jadi inget leo buscaglia. dia bilang: “true love is always bestowed as a gift: freely, willingly, and without expectation. we don’t love to be loved; we love to love.”

    mas arham, saya suka blog anda. saya akan link, dengan atau tanpa ijin anda 🙂

  14. gNa

    ga percaya kalo ini tulisan nya kang arham!

    ;p

  15. terasa sakit pada saat kita ingat kenangan bersamanya…tapi klo sedang biasa2 aja alias ga inget ga akan sakit kok 😉

  16. Ping-balik: Kaca yang Pecah « Howdy, Fansi.

  17. AtiQoh

    …dari berderet – deret lelaki dan panjangnya antrian wanita yang hingga kini belum nikah,bukanlah berarti gak laku, gak baik atau apalah.Tapi karena memang Allah gak ijinkan kita untuk dia…Percayalah..biar Allah yang menyeleksinya…Copy Paste tulisan ustadz…Oh yah coba deh cari buku “Mengubah Musibah jadi Hiburan”..kalau dapat saya pinjam yah…hehe 86X

    ————————————–

    Nice quote, sister..
    thanks for share..
    ntar deh saya cari bukunya..

    btw, sudah nonton ayat-ayat cinta belum, nih..?
    *halahh..
    (just kidding ji, ces)
    😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s