Tahbis

Di kantor..

Sejak sore sebelum semalam itu, saya sumringah.
senyuman ramah datang pada berbagai arah.
Terganjar penat dengan sapaan hangat.

Kantor saya memang ramai sejak seminggu lalu.
Seremoni tahunan, -jika terlalu centil untuk disebut ulang tahun-

Semalam, puncak dari seluruh kegiatan.
Yang paling ditunggu tentu saja pentahbisan karyawan terbaik.
Karena ini bisa mengangkat reputasi, juga gengsi. Yang bermuara ke promosi.
Dan ujung-ujungnya ada di pertimbangan mulusnya naik gaji.

Semua mengisi angket, semua karyawan memilih tak terkecuali.
Tak sedikit yang lobi-lobi. Subyektif dan obyektif sudah tak lagi dipeduli.

Dan dari cerita-cerita absurd di ruang redaksi kemudian, tak pernah terbersit jika kiranya dari seratusan karyawan, saya ada di poling tertinggi, jauh dari yang lain.
Terharu itu pasti, saya dapat pengakuan sedemikian.
Itu yang membuat seharian itu ada senyum dan sapa di setiap sudut kantor.
Belum lagi SMS-SMS support.

Sumringah, saya rasa cukuplah itu saja dulu.
Karena saya takut pada tipisnya batasan bangga dan congkak.

Dan semalam..
selintas kekhawatiran itu terjadi juga.
Ternyata bukan saya yang tertinggi, juga terbaik yang diumumkan.
Melainkan ibu sekretaris redaksi. Dan saya ada di urutan bawahnya.
Kabarnya poling itu berubah di saat-saat terakhir, setelah ditambahkan beberapa angket yang baru masuk.
Kawan-kawan banyak yang terperanjat, refleks menoleh ke saya. Saya tersenyum saja.
Kecewa pasti ada. Ya, manusiawilah.

Tapi saya terlalu malas untuk sekadar suudzon dengan birokrasi dan katebelece kantor, mengingat si sekretaris memang ada kans.
Orangnya baik dan disiplin. Kinerjanya hebat. Lepas dari dia salah satu pengurus yang dipercayakan dalam penyusunan angket.

Yah, seperti jodoh dan maut, semua tertata.
Bahagia dan kecewa, niscaya tergambar maksud dibaliknya.

Dan berangkat dari kekecewaan itu, saya berusaha bisa menarik hikmah.
Mungkin saya memang perlu lebih banyak lagi memahami arti ikhlas dan bagaimana berbaik,
yang mana bukan hanya ketika ada pengakuan dan pentahbisan.

Iklan

6 Komentar

Filed under Alakadarnya

6 responses to “Tahbis

  1. meskipun begitu, selamat ya bang….
    and tetap semangaddd…

  2. apalah artinya sebuah pengakuan dari makhluk Ham?

  3. aji

    masih mending, lu jadi runner up scra de facto. lah gw, tiap tahun selalu ‘mentahbiskan’ diri sendiri sbg runner up employee of the year. hahahahhahaa!!

  4. y@t

    ikhlas ringan kita ucapkan namun berat buat dilaksanakan
    selamat…

  5. mending lah ham…
    daripada di tempatku, ga ada angket ga ada voting..
    tiba2 “karyawan terbaik” ini diumumkan.
    entah siapa yang milih
    entah siapa yang nentuin…

  6. bikin poling pake sms premium aja…kan lebih seru tuh n lebih “obyektif” sekaligus untung juga…………hihihi…. 😛

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s