Kabar baik dan kabar buruk. Saya terima bersamaan malam ini.
Fajar, teman kantor saya menelpon, buku saya sudah masuk di gramedia sini.
Senang sekali rasanya, mengingat saya sudah capek menjawab pertanyaan yang itu-itu saja setiap harinya.
Bergegas saya ke sana. Gerimis tak jadi penghalang.
Banggalah saya buku itu dipajang di rak khusus, dirubung orang. Saya melihat mantan dosen saya di antara orang-orang itu.
Saya menjaga jarak. Saya takut takabur. Saya tak ingin melihat reaksi mereka kalau tahu saya penulisnya.
Sesekali saya hanya tersenyum-senyum sendiri dari kejauhan.
Itulah kabar baiknya.
Telepon berbunyi lagi. Dari teman, anak kampus.
Tak ada hubungannya dengan buku itu.
Anak kampus penelpon ini adalah satu diantara mahasiswa Unit Kegiatan Seni yang sebentar lagi berangkat ke Jambi bersama saya.
Ya, tinggal menghitung hari kami akan berangkat ke Jambi. Pekan Seni Mahasiswa Indonesia, tujuan kami.
Saya dipercaya mereka jadi pelatih tangkai lomba karikatur. Walau sebenarnya saya lebih suka disebut pembimbing ketimbang pelatih.
Pelatih, kesannya terlalu “wah”, menurut saya.
Toh, si Akbar, mahasiswa bimbingan saya itu tak perlu dilatih. Dia punya karakter sendiri yang sudah matang, dan hanya perlu sedikit sentuhan.
“Akbar sekarang di rumah sakit, Bang!” suara telepon di seberang, teman Akbar.
Saya tercekat.
“Iya Bang, dia salah satu korban yang kemarin diberitakan di koran abang..!”
lanjutnya lagi. Oh, rupanya inilah kabar buruknya.
Saya tak mau banyak bertanya soal kronologis. Saya keluar dari gramedia, memacu motor menuju rumah sakit Prayoga.
Banyak mahasiswa di sana.
Hawa kampus yang dua hari ini mencekam karena tawuran, terbawa hingga ke koridor-koridor rumah sakit itu.
Akbar tergolek tak berdaya. Dia paksakan bicara menyambut saya walau terbata-bata. Miris sekali saya melihatnya.
Sebatang busur panah yang terbuat dari terali motor, baru saja berhasil dikeluarkan dari tengkorak kepalanya.
Busur itu tepat mengenai dahi, tembus ke belakang telinga. Mata kirinya besar kemungkinan buta. Meski sudah diperban tapi masih terlihat bengkaknya.
Dari amatan saya pada foto rontgennya, hanya mukjizat yang membuat anak itu masih hidup.
Saya tak tahan melihat kondisinya.
Anak itu tak hanya bertalenta. Ia juga sopan dan ramah, makanya aneh saja kalau ia sampai terlibat tawuran.
Dari pengakuan dan cerita beberapa orang kawan, ia memang hanya korban salah sasaran.
Tak ada yang bisa saya lakukan, selain membesarkan semangatnya.
Sembari perlahan-lahan menghapus kota Jambi dari angan-angan saya.


26 Tanggapan
Juli 2, 2008 pukul 12:58 am
selamat ya bang, atas peluncuran bukunya. lom sempat ke gramedia, nih. hoho.
(^_^)v
turut berduka cita. innâ lillâhi wa innâ ilayhi râji’ûn. semoga akbar segera sembuh. semoga “mukjizat” itu senantiasa bersamanya.
(^_^)v
Juli 2, 2008 pukul 3:54 am
congratz ya daeng…
ak dh beli lho, dh bca smuana jga
^_^
bwt Akbar.. yg sbar yah..
insyaAllah ad hikmah dblik ni smua
Juli 2, 2008 pukul 4:32 am
hmm… speechless dengan kabar buruknya.
hmm… speechless juga dengan kabar baiknya.
*ingat-ingat ada yang janji mau kirim saya buku arham lengkap dengan tanda tangan*
*fiuh…*
kabar baik yang paling penting, arham balik dari koitus, oops… hiatusnya.
congrats!
Juli 2, 2008 pukul 4:08 pm
Kabar baiknya, aku ditawarin oleh sahabatku buku Bang Arham yang baru diterbitin oleh pabrik tempat dia bekerja
dulu sempet pengen ikutan pesan ke Bandung, eh belum kesampaian malah dapat kabar kalau bukunya Bang Arham malah diterbitin Gramedia. Selamat ya, Bang
Teriring doa, semoga mahasiswa bimbingan Bang Arham cepat pulih.
Juli 3, 2008 pukul 11:51 am
turut berduka cita ya bro….
Juli 4, 2008 pukul 2:05 am
selamat atas bukunya…
Juli 4, 2008 pukul 10:16 am
Begitulah, semoga yang terbaik dianugerahkan-Nya kepada yang berbahagia dan yang berduka. Amiin
Juli 5, 2008 pukul 5:28 am
selamat yah bukunya dah terbit, btw judul bukunya apa mas?
Juli 5, 2008 pukul 5:43 am
oo..! Jakarta under kompor, kapan2 ke gramed ahhhh
Juli 6, 2008 pukul 4:37 am
damn..!!!!
ini yg selalu bikin sy geram..
dalam setiap kejadian tawuran, perkelahian massal atau apalah namanya, yg paling sering jadi korban adalah orang2 yg jelas2 gak punya sangkut paut dengan masalah itu….
sungguh..sy betul2 geram membaca kabar buruk dari temanmu itu Ham..
semoga dia cepat sembuh dan semoga talentanya ndak ilang begitu saja…
btw, selamat atas peluncuran bukunya…
kalo sudah beli “JUK” versi 1.0, apa musti upgrade ke versi 2.0..?, beda kah isinya…?
Juli 6, 2008 pukul 7:21 am
kodong kasianku baca tentang akbar itu
berada di tempat yang salah pada waktu yang salah
semoga cepat sembuh nah
Juli 6, 2008 pukul 2:22 pm
shocked… sampai segitu biadabnya kah tawuran di Unhalu..
Semoga si Akbar cepat sembuh…
Juli 8, 2008 pukul 6:35 am
titip doa utk akbar ya, bro..
Juli 8, 2008 pukul 7:02 am
hem…. memoar kota Jambi…
Juli 8, 2008 pukul 7:54 am
inna lillahi wa inna ilaihi roji’un…
segala sesuatu nya dari Allah, yang baik yang buruk… semua juga akan dikembalikan padaNya… mudah2an kita semua (termasuk saya) bisa ngambil hikmah dari kejadian2 ini…
Juli 10, 2008 pukul 6:47 am
ah…menyesal,
dah lama ga kesini!
unfortunate things comes in fortunate moments!
Juli 14, 2008 pukul 8:15 am
kasiannya mi la akbar. kenapa sekarang kendari bisa sekejam itu???
Juli 14, 2008 pukul 10:29 am
yang kerusuhan di kampus ituh y bang?
huhuhu..semoga temennya cepet sembuh
Juli 18, 2008 pukul 8:36 am
wah, bang, baru aja kemaren beli bukunya abang. pas banget ku waktu itu mau ketemuan ma ce. haha, thanks yah, bukunya uda menemani di saat bete nungguin dia!
Juli 22, 2008 pukul 10:45 am
Bukunya kena diskon berapa ni ??
Ya Allah, jangankan yang liatnya, baca cerita aja udah merinding…
Juli 25, 2008 pukul 12:20 pm
berkaca-kaca membaca bagian kedua
saya turut berduka, semoga akbar yg lolos dari maut juga dapat mukjizat terus untuk tetap terus berkarya dengan talenta yg ia punya..
Juli 27, 2008 pukul 7:12 pm
wah,.. kasian banget yang jadi korban. nggak tau apa2 tapi harus menerima pahitnya,…
kunjungan pertama, rekomendasi dari Fahru di Kairo
salam kenal
Juli 29, 2008 pukul 1:44 am
ya ampun… turut berduka yah bang… Allah Maha Tau apa yang tebaik buat Akbar dan keluarganya…
Juli 30, 2008 pukul 6:21 am
selamat buat bukunya mas.
Juli 31, 2008 pukul 3:06 pm
Selamat untuk kabar baiknya. Turut berduka untuk kabar buruknya.
Agustus 7, 2008 pukul 5:57 am
baik & buruk adalah bagian dari kehidupan yg harus kita jalani.
selamat atas kabar baiknya, dan berduka atas kabar buruknya