Maret 31, 2008...10:45 pm

Ochan

Lompat ke Komentar

Tahun lalu, lelaki Petualang itu berkunjung ke tempat saya.
Dia datang bersama presenter Fransisca Rathy, disela syuting acara Jelajah.
Perkenalan singkat yang biasa-biasa saja.
Saya tak banyak bicara. Lebih banyak salah tingkah dan gadhul bashar.
Suatu refleksi permanen saya jika mendadak frontal dengan wanita menarik.

Kemarin kami bertemu untuk kedua kalinya dalam suasana yang sama sekali berbeda.
Kali ini dia datang sendiri, untuk liputan kerusuhan.
Tak heran kalau saya menemuinya di antara aparat-aparat bersenjata laras panjang yang siaga berhadapan dengan demonstran.
Kami bercerita lepas, soal apa saja.
Tertawa terbahak-bahak, seperti layaknya teman lama.

Lantas..
Seberapa pentingkah dia, hingga saya menuliskannya di sini..?
Oh, tentu saja penting.
Tak berlebihan kiranya kalau saya bilang dia inilah inspirator saya.
Blog wordpress ini saya pastikan tak akan pernah ada, andai saja saya tak menemukan blogspotnya.
Blog yang saya habiskan waktu berjam-jam untuk membaca dan merenung.
Permainan kata yang benar-benar mengikat makna. Kadangkala seperti bernyawa.
Dimana akhirnya saya seperti menemukan other side dari saya yang selama ini menggumpal dan menunggu waktu diletupkan dalam wacana.

Teruslah menulis, kawan.
Jangan pernah berhenti bermimpi menyambung garis pada peta.
Biarkan saya sesekali mengikuti progressnya.

Silahkan sumringah, saya memang mengagumi anda.
Tapi tak usah kuatir,
saya bukan homo kok.. :D

& Komentar


Tinggalkan Balasan